Aku membenci diriku sekeras apapun kau mengatakan aku hebat. Aku .... Menangis sejadi-jadinya sampai sesak luruh tak bersisa. Belajar serajin-rajinnya meski kepala penuh tanya. Bekerja sekeras-kerasnya hingga letih tak lagi terasa. Menghilang sehilang-hilangnya agar riuh tak ikut menyiksa. Dunia terlalu ricuh nadanya, teriak saling sahut tanpa jeda. Langkah dipaksa cepat arahnya, hati dituntut kuat tanpa suara. Sedang aku hanya mencari teduh saja, sepetak sunyi di sela gelisah yang membara. Bukan lari dari luka, bukan menyerah pada dunia, hanya ingin pulang sebentar ke jiwa, menyusun ulang yang retak dan fana.