Skip to main content

Posts

KOS-KOSAN BALI SELATAN

Setelah drama hidup kembali membawaku ke Bali, akhirnya aku memutuskan pulau ini sebagai tempat untuk mengumpulkan lagi puing-puing mimpi lama yang sempat runtuh. Kali ini aku datang bukan dengan rencana menetap selamanya. Semoga saja Bali hanya menjadi tempat singgah, tempat buat berteduh sebentar sambil pelan-pelan belajar percaya lagi sama hidup. Eh, apa sih. Baru juga mulai sudah sok puitis. Padahal beberapa jam setelah menginjakkan kaki di Bali, kenyataan langsung menyadarkanku kalau urusan paling mendesak bukan mencari makna hidup, melainkan mencari kos. Iya, kos. Tempat yang kelihatannya sederhana, tapi entah kenapa proses mencarinya bisa lebih melelahkan daripada interview kerja. Aku pernah membaca sebuah komentar di grup Facebook yang bunyinya, "Nyari kos di Bali lebih susah daripada nyari kerja." Waktu itu aku cuma ketawa. Setelah beberapa hari muter-muter dari Jimbaran, Ungasan, Pecatu, sampai Nusa Dua, keluar masuk gang, berhenti di depan rumah yang ternyata bukan...
Recent posts

TRADING OFF

“Kalau tidak ada yang bertumbuh karena aku, siapa aku?” Kalimat idealis yang akhirnya kusadari menjadi salah satu kalimat paling toxic yang pernah kutanamkan pada diriku sendiri. Kalau melihat ke belakang, rasanya hidupku selalu dipenuhi orang-orang yang percaya padaku bahkan sebelum aku percaya pada diriku sendiri. Ada Ibu Ainur, guru Bahasa Indonesia yang pertama kali memperkenalkanku pada puisi dan membuatku sadar bahwa ternyata aku memiliki sesuatu di dalam diriku yang layak diasah. Dengan bimbingannya aku mengikuti berbagai lomba puisi. Ada juga Ibu Muara Suprapti yang terus mendorongku melesat lebih jauh sampai akhirnya aku sempat rekaman di radio karena menjuarai lomba puisi. Lalu Pak Adi, guru geografi ekonomiku yang percaya aku bisa menjadi seorang leader dan memberiku banyak kesempatan untuk berbicara, memimpin, dan berdiri di depan banyak orang selama masa sekolah. Namun dari semua orang yang pernah hadir dalam perjalanan hidupku, salah satu yang paling membekas justru Pak I...

Pak Frank Resign

Kita tahu, cepat atau lambat, akan ada perpisahan setelah sebuah pertemuan terjadi. Tapi tetap saja, kita selalu pura-pura lupa. Kan? Pak Frank adalah orang pertama yang membuka pintu itu untukku. Di saat aku sendiri bahkan ragu untuk mengetuk. Aku datang dengan gap, dengan cerita gagal yang terlalu panjang untuk dijelaskan di satu CV. Dengan rasa tidak layak yang diam-diam aku bawa ke mana-mana. Dan di antara banyak pintu yang tidak pernah benar-benar terbuka, beliau justru mengizinkan aku masuk. Aku masih ingat pagi itu .... Di sebuah meja di Hierarki Coffee, Renon. Kopi belum habis, tapi harapan sudah setengah aku tahan. Sebuah pesan WhatsApp masuk. Aku baca. Aku diam. Aku senyum sedikit. Lalu seperti biasa, aku menurunkan ekspektasi karena aku sudah belajar, berharap terlalu tinggi itu berbahaya. "Sebab patah hati adalah kegagalan yang tidak pernah kita siapkan." Jadi aku hanya bilang dalam hati  “Kalau ini untukku, dekatkan. Kalau bukan, kuatkan.” Di awal Desember itu, b...

HARI YANG CUKUP PANIK - Shake it 'till you make it

Hari ini rasanya seperti kegagalan yang patut disyukuri, a beautiful failure. Beberapa bulan terakhir, aku lebih sering in charge di breakfast section. Jujur, rasanya tidak semeriah shift malam. Malam itu hidup, penuh tantangan, penuh rasa. Cocktail, wine, dan segala minuman berbasis spirit yang dulu terasa asing, bisa kulihat langsung, kuracik sendiri, dan kurasakan dengan tanganku. Tapi sejak lebih sering masuk pagi, ritme hidupku berubah. Secara personal, aku harus bangun subuh, berangkat saat matahari baru mulai “ketawa”, dan pulang ketika dia sudah lelah lalu tenggelam. Ditambah drama macet yang seolah tidak ada habisnya. Awalnya berat. Lama-lama terbiasa. Tapi ada satu hal yang mengganggu, rasanya seperti jalan di tempat. Hari-hariku dipenuhi bar preparation, jus, milkshake, smoothies, dan minuman simpel lainnya. Semuanya jadi muscle memory. Tanganku bergerak otomatis, bahkan tanpa perlu berpikir. Dan ya, jarang sekali ada orang yang ingin tipsy di pagi atau siang hari WKWKWK ora...
Big Bos is in the house, yow! Aku tidak ingin terburu-buru melabeli kita sebagai keluarga. kita memulai sebagai rekan kerja, jadi biarlah waktu yang perlahan menentukan kita akan menjadi apa. Terima kasih sudah menjadi teman untuk tertawa, untuk berbagi keluh kesah, dan untuk menaklukkan setiap tantangan yang datang. Dan semoga, dalam proses bertumbuh ini, kita bisa terus saling menemani HG MONITOR! Seperti barista, yang meracik bukan hanya kopi, tapi juga ketulusan dalam setiap cangkir yang disajikan; sederhana, tapi bisa menghangatkan hari seseorang. Seperti bartender, yang mencampur rasa, emosi, dan cerita untuk mengubah yang pahit menjadi sesuatu yang tetap bisa dinikmati. Seperti sommelier, yang memahami bahwa setiap rasa punya cerita, dan setiap pilihan adalah tentang menemukan kecocokan yang tepat. Seperti GRO, yang walau kadang sedang berantakan, tetap mampu tersenyum lebar demi menghadirkan pengalaman yang berkesan. Seperti server, yang mungkin lelah tanpa banyak kata, tapi te...

LEBARAN 2026 [Rumah Anjas dan Cafenya Dew]

21 Maret 2026 Oppor ayam dan Anjas Pagi ini dengan badan yang sedikit sempoyongan aku terhuyung-huyung bangun dari tempat tidur. Suasana lebaran yang tidak riuh, hening dan senyap. di motor aku melakukan takbir samar-samar sambil merasakan sesak yang tidak aku izinkan masuk terlalu dalam.  "Alfa, bukan saatnya bersedih." INGAT! Aku mengabari Anjas, salah satu teman kuliah yang dulu juga menjadi roommate di kos-kosan sederhana belakang Gedung rektorat. Yap, dia tau persis bahwa temannya ini selalu anxious jika sendirian dan tidak pernah benar-benar berani tidur tanpa teman. Bahkan dulu ketika dia pulang kampung dan aku harus sendirian di kos, aku akan mengajak pasukan barang sekedar menginap di kosan. Moment paling diingat adalah ketika aku mendapatkan tugas menghafal aku akan meminta dia menemaniku pergi ke tanjakan GWK lalu turun Kembali dengan mematikan motor dan aku mulai menghafal. aku mengabarinya, menanyakan apakah opor ayam available hahaha dan yes pesanku disambut han...