Skip to main content

Posts

Dua Cangkir Kopi untuk BEM - Cangkir Pertama

Perjalanan selalu berhasil mengantarkan saya ketempat-tempat indah, larut dalam tiap romansa, kidung, kisah, airmata dan tawa disana kemudian hal terberat dalam sebuah perjalanan adalah ketika saya terlalu terlena disana hingga lupa bahwa sejatinya tempat yang pernah saya panggil rumah itu bukanlah rumah sesungguhnya. Saya paham sekali bahwa kehidupan adalah tentang bertemu dan berpisah, tentang mencinta dan merela, tentang bahtera, renjana kemudian mereduksi lalu pergi. Menyedihkan memang tapi yah begitulah semua ini pada akhirnya berjalan seperti seharusnya. Hari ini tetiba dingin datang, secangkir kopi yang biasa saya nikmati bersama mereka yang dulu saya sebut sebagai kawan seperjuangan, sekarang saya harus sedikit menerima jika pada akhirnya secangkir kopi ini kemudian harus saya nikmati sendiri. Kabinet terakhir yang kami sebut dengan kabinet SIAPBerkarya kini sudah saatnya, wes wayahe menjadi kabinet SIAPBerlalu muehehehe. Semua ini tidak akan terjadi tanpa dukungan d...

Mimpi Keliling Indonesia

Sejauh apapun gue coba berlari, sekeras apapun orang lain mencoba ngebuat gue nggak percaya diri bagi gue mimpi tetaplah mimpi. Merawat impian adalah tentang berefleksi agar kita tidak lupa kemana dulu kita ingin melangkah. Siang itu sekolah gue sedang ada sosialisasi tentang self development gitu maklumlah masa-masa akhir sekolah adalah masa-masa krisis jati dirinya para siswa, seorang narasumber dari salah satu perusahaan berbicara tentang impian, gue masih ingat betul perkataannya bahwa di dunia ini nggak ada yang nggak mungkin selama kita mau bermimpi dan berani mewujudkannya, konsisten dan tekun maka semesta pasti akan mendukung. Beliau mulai memotivasi kami dengan berbagai video dan materi, diakhir sesi beliau menyuruh kami mengambil sebuah kertas dan pena kemudian tiap-tiap siswa diharuskan melihat dirinya sendiri dimasa depan kemudian menuliskan mimpi-mimpi kami pada kertas yang sudah kami pegang masing-masing. Saat itu gue nulis “Keliling Indonesia” sembari mengingat kembali...

BICARA PATAH HATI

Manifestasi dari emosi akibat kehilangan sesuatu yang seringkali kita sebut sebagai cinta adalah patah hati. Move on memang tidak pernah menjadi segampang menjalankan petuah-petuah dari Mario Teguh, setiap dari kita setidaknya pasti pernah merasakan rasanya patah hati entah pada pemaknaan yang personal maupun universal. Menjadi single a.k.a Jomlo dalam waktu yang tidak sebentar itu bukanlah sesuatu yang mudah. Siapa yang tidak ingin memiliki pasangan yang dapat diajak berbagi dalam keadaan apapun? Siapa yang tidak iri melihat pasangan romantis yang dapat traveling bersama? Bergandengan tangan? Berbagi kelakar? Seolah-olah dunia milik mereka berdua. Saya rasa semua manusia menginginkannya. Lalu bagaimana dengan saya? Yap, tepat sekali pertanyaan seperti itu kerap datang memenuhi isi kepala tiba-tiba sebab teman-teman yang begitu menyayangi saya selalu menanyakannya. Mungkin bagi mereka yang mengenal saya secara personal dan mengerti drama percintaan saya akan berfikir bahwa saya s...

Kesan Menjadi Peserta LKMM TM 2019 KEMENRISTEKDIKTI - Bali

“Setiap tempat memiliki ceritanya masing-masing apapun yang dilakukan singkat pun lama selalu memberikan kenangan dan kesan yang susah untuk dilupakan tapi ia mungkin akan memudar seiring dengan hadirnya kenangan-kenangan baru yang telah menunggu didepan sana. Hanya kata semoga yang mampu mengingatkan kembali pembelajaran yang tersemai dalam tiap inchi kenangannya” – LKMM TM 2019 DIARY – ATANAYA HOTEL Bersama delegasi dari seluruh perguruan tinggi di Bali Pertama, aku mau ngucapin super terimakasih kepada Presiden Mahasiswa dan teman-teman di BEM KBM PNB 2019 yang telah memberikan restu untuk menjadi salah satu delegasi kampus untuk menyemai ilmu di LKMM TM 2019 yang diadakan kemeristekdikti meskipun aku paham seharusnya masih ada beberapa tanggung jawab yang harus aku selesaikan, serentetan rapat yang harus dihadiri, dan masih banyak lagi. Terimakasih sudah sudih dan selalu sudih mem- back up semuanya. Sesuai janji, akan ku bagi ilmu yang ku dapat kepada kalian semua wah...

Popoongan Short Diary

“ The best way to find yourself is to lose yourself in the service of other ” – Mahatma Gandhi   Decha, a Popoongan girl and I A wise man said to me that when you are serving others you learn about yourself in process. In  the beginning I didn’t care with those words, that was just nothing, but arriving in Popoongan was different story. I can’t believe it how time flies quickly. Popoongan is an island a part of Balabalakang (Balabagan) archipelago located in the border province of East Kalimantan and West Sulawesi. This story begin when I was upset and stress with my own life I had no idea what I have to do, people called this as a life crisis periode, Am i? Ah, fak! I wanted to do something meaningfull instead of just a travel. Meeting  friends in the coffeshop was a miracle that god had given me, that was the answer. By that I would like to thanks to Mas Don, Daeng Dave, Mas Put , and Mas Ton who brought me there for free *lol they knew that I am a misqueen...

GAMANG [cerpen]

Sekali dalam hidupnya, ia selalu menyempatkan diri untuk pergi, terasing, dan menyepi. Baginya akrab dengan malam dan asing dengan pagi adalah ritual dalam upaya untuk menjemput dirinya sendiri yang terkadang hilang dan tertinggal pada sudut yang antah berantah. Caranya beristirahat memang unik. Baginya dengan menjadi asing ia dapat merasakan rasanya berhenti, berhenti  dari keharusan membuat orang lain bahagia. Berhenti dari mengucap maaf atas salah-salah yang tak sengaja, dan berhenti dari mengucap terimakasih atas kebaikan yang terkadang hanya manifestasi dari sebuah kepentingan, ah kejam memang. Sebuah buku yang ia pegang kini seperti menjadi irisan pisang goreng yang setiap rabu menemani paginya, Sophie World.  “Hidup itu memang menyedihkan dan serius, kita dibiarkan memasuki dunia yang indah, kita bertemu satu sama lain disini, saling menyapa dan berkelana bersama untuk sejenak. Lalu kita saling kehilangan dan lenyap, dengan cara yang sama mendadaknya dan sam...

MAU JADI MAHASISWA YANG SEPERTI APA?

Dan awal mula cerita berorganisasi pun dimulai …. Euforia mahasiswa baru yang minggu ini mulai memadati kampus membuat saya kembali berkontemplasi, mengingat kembali awal menyandang gelar sebagai mahasiswa. Terlahir dari keluarga yang bukan masuk dalam daftar highclass yang duitnya pun nggak unlimited dan serentetan perjuangan gap years bahkan harus mencari kitab suci ke Pare demi menyandang gelar Mahasiswa membuat saya selalu bergairah diawal-awal saya kuliah that’s why menjadi Mahasiswa adalah salah satu hal yang prestisius bagi saya meskipun bagi sebagian orang itu adalah hal yang biasa saja. Karena keprestisiusan inilah yang menggiring saya pada sekelumit pertanyaan yang muncul tiba-tiba mengusik isi kepala, deretan pertanyaan itu saya simpulkan  menjadi satu pertanyaan “mau jadi mahasiswa yang seperti apa?” Dulu saat masih duduk di bangku sekolah dia pernah bilang bahwa menjadi mahasiswa adalah tentang berkuliah bukan tentang belajar seperti yang kau lakukan di...