Ada sesuatu yang tak bisa kuingkari dari kota ini. Ia penuh dengan janji-janji manis, ilusi tentang kesuksesan, dan peluang yang seolah terbuka bagi siapa saja yang berani meraihnya. Namun, pada akhirnya aku harus jujur pada diriku sendiri, bahwa tidak semua ambisi bisa dipenuhi, tidak semua mimpi bisa tumbuh di tanah yang keras dan bising ini. Jakarta bagai magnet yang menarikku dengan kilauan cahaya lampu dan hingar-bingar, namun juga menelanku dalam kerumitan yang tak pernah benar-benar bisa kutaklukkan. Setelah segala perhitungan rasional, dan lebih dalam lagi, setelah menengok ke dalam ruang batin yang sering kulewati dengan gusar, aku menyadari bahwa Jakarta memang tidak untuk semua orang. Kota ini telah mendidikku untuk berani melangkah, tapi sekaligus mengingatkanku bahwa keberanian tanpa pertimbangan hanyalah bentuk lain dari kecerobohan. Ada perbedaan tipis antara tekad dan kesombongan, dan Jakarta, dengan segala ujiannya telah menelanjangiku, menunjukkan bahwa aku belum sepe...