Hari ini aku bangun lebih pagi, meskipun semalam aku baru tidur larut setelah seharian menyiapkan bahan ajar dan materi. Aku sempat bingung harus menyampaikan apa untuk microteaching dengan waktu terbatas, tapi aku harus mengerahkan seluruh kemampuan mengajarku sambil tetap menanamkan nilai yang dibawa oleh platform yang akan aku masuki.
Aku
mulai bertanya pada diriku sendiri
“Alfa,
apa yang paling kamu butuhkan saat ini?”
Jawabannya
sederhana
“Arah.”
Dari
sana aku langsung memutuskan, DIRECTION akan menjadi tema microteaching-ku. Aku
masih ingat hari pertama saat mendapat undangan interview, hujan deras, aku
kebasahan, bahkan sempat nyasar ke Batu Belig, HAHAHAHA. Dari pengalaman itu aku sempat
membuat peta kecil di kepala tentang Canggu. Lucu, tapi bermakna.
Lalu
aku teringat lagi motoku:
“It’s
not only about teaching the head, but also about touching the heart.”
Aku
ingin murid-muridku nanti juga belajar menyentuh hati mereka sendiri. Maka aku
buatkan affirmation card sebagai penutup kelas.
Here
we go …
Tubuhku
agak limbung sebab tidur larut, bangun pagi, tapi semangat tetap penuh.
Sarapanku? Nasi sisa semalam dan Indomie. Kombinasi sederhana tapi
mengenyangkan. Budget hari ini aku sisihkan untuk secangkir Americano di tempat
microteaching, Amolas Caffe. [Sambil merasa sebal, kenapa sih nggak di kopi kenangan aja yang masuk di budgetku wkwkwkkwk] but that's okay, hahaha.
Deg-degan?
Tentu saja.
Meski
sudah bertahun-tahun mengajar, sensasi tegang itu tak pernah hilang. Aku masih
melakukan persiapan yang sama, merasakan semangat dari MYYOUNGERSELF yang dulu begitu
haus akan pengalaman baru.
Sebuah
pesan muncul di layar gawai dari Ginan
“Are you ready? I am waiting outside.”
Yap.
Let’s just kill it, Alfa. Do it.
Sebelum
memulai, aku membaca doaku yang paling kusuka
“Robbi
sorldi sodri wayasirli amri wahlul ukdatan mil lisani yafkohu qouli.”
Dan
blar! Perjalanan pun dimulai.
Aku
cukup mendapatkan feedback positive dari Dika, the owner, tapi aku memaksa otakku untuk
tidak berekspektasi apa-apa. Aku masih ingat jelas betapa yakin dan positifnya
dulu aku saat di meja interview di salah satu startup besar Jakarta dan
akhirnya TERTOLAK, HAHAHA. Luka itu belum sepenuhnya hilang. Jadi hari ini aku hanya
berkata pada diriku sendiri
Let
it flow, Al. Let it flow. Don’t expect. Please, JUST DON'T.
Jangan
berharap terlalu banyak.

Comments
Post a Comment